Blog Details

Penderia Diabetes Jadi Kurusan, ya?

“Eh, dulu dia gemuk lho, pas kena diabetes jadi kurus banget!.”

“Diabetes ngeri banget ya, makanin badan orang sampe kurus begitu.”

“Kalo diabetes, pasti jadi kurusan!”

Siapa yang sering dengar kalimat di atas? Hayooo.. Atau mungkin Anda salah satu yang mempertanyakan hal tersebut?

Tidak sedikit individu dengan diabetes (Diabetesi) yang mengeluhkan hal tersebut. Apalagi karena mendengar cibiran dari orang lain, bisa semakin down mentalnya. Betul gak sih, kalo Diabetesi pasti badannya jadi kurusan? Lalu, kenapa Diabetesi banyak yang berat badannya menurun drastis? Kita bahas bersama, yuk.

       Diabetesi mengalami penumpukan kadar gula berlebih di pembuluh darah. Kondisi ini yang kita sebut dnegan istilah “hiperglikemia”. Gula yang terdapat di pembuluh darah seharusnya diserap oleh sel-sel tubuh untuk memasuki proses pengolahan menjadi sumber energi. Dalam proses penyerapan gula dari pembuluh darah, dibutuhkan peran insulin. Insulin bekerja dengan “memfasilitasi” membuka jalan bagi gula agar bisa masuk ke dalam sel. Jumlah insulin juga harus seimbang dengan banyaknya kadar gula. Semakin banyak jumlah gula yang harus diserap, tentunya membutuhkan jumlah insulin yang lebih banyak juga.

       Pada individu dengan Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1 maupun Tipe 2, ada “trouble” yang terjadi. DM Tipe 1 artinya trouble terjadi pada sekresi insulin di mana sel beta pankreas tidak mampu menghasilkan insulin. DM Tipe 2 artinya trouble terjadi pada kinerja insulin. Trouble pada sekresi insulin maupun kinerja insulin sama-sama berdampak pada kurangnya insulin yang efektif bagi tubuh. Gula di pembuluh darah menjadi akan tertahan dan tetap menumpuk, sedangkan sel-sel tubuh kita kekurangan gula untuk dijadikan sumber energi. Bagaimanapun kondisinya, ada tidaknya insulin, sel-sel tubuh kita akan tetap membutuhkan bahan untuk dijadikan sumber energi. Sebagai bentuk kompensasi, sel-sel tubuh akan menggunakan lemak untuk dipecah dijadikan sumber energi. Dampaknya, cadangan lemak pada tubuh menjadi berkurang. Hal tersebut yang menyebabkan Diabetesi mengalami penurunan berat badan sehingga tubuh tampak lebih kurus. Namun, perlu diingat, tidak semua Diabetesi mengalami penurunan berat badan karena respon tiap individu terhadap stimulus yang sama dapat berbeda.

Tetap semangat bagi Diabetesi! Jaga pola hidup sehat dan pola makan dengan sistem 3J (jenis, jumlah, dan jadwal). Nantikan pembahasan berikutnya mengenai 3J untuk Diabetesi.

 

Penulis : Ners. Novinda Kusumawardhani, S.Kep.